Selasa, 22 Oktober 2013

Banjarian Di Kesiman

Sholatulloh shalamullah ala toha rosulillah . . . ungkapan ustad parka yang mengajari murid-muridnya kesenian sholawat banjari dengan penuh semangat yang membara, merki gayanya yang agak cool dimata para gadis yang melirik dirinya, tak kalah serunya suara merdu itu menggiang dikegelapan sore menjelang maghrib dengan di ikuti hujan yang mulai agar reda, bersama adik-adik kesiman dan kami berlima ikut membantunya.
Ust.praka sedang mengajar sholawat
Sebuah kesan yang sangat terhormat bagi kami belajar bersama-sama dengan warga kampung kesiman ini. bermula dari “ tugas kami untuk mengembangkan masyarakat berputar arah menjadi kami yang belajar kepada masyarakat ”. hahaha, sungguh diluar bayangan kami, melihat Risa, rita, dela, dll (@adik2 kesiman) mulai menampakan wajah serius untuk mendendangkan lagu yang di ajarkan “ Ah . . . yo opo seh, koq keliru maneh . .  . ”  ucapan kesal sie erni kepada teman-teman dengan suara ribut sebagai background kondisi saat itu, hahah gini loh @(mas parka). Selalu mencoba dan berusaha tanpa ada kata menyerah untuk tidak bisa terhadap lagu yang ditawarkan sang guru kepada para murid.
Senyum dengan pose rebana
Disamping itu jarak 4 kaki sebelah mereka bergumbul duk tak tak, du duk duk ta, tak duk tak tak, suara rebut rebana yang menyeimbangkan perpaduan bunyi antara teknik Lanangan dengan Wedoan agar tercipta ketukan irama yang rapi nan indah jika memasuki telinga, terlihat si rudi dan junaidi lagi gemas dengan alat rebana tersebut yang selalu ia pukuli. Hahaha, memang kegiatan ini yang diperlukan bagi mereka adak-anak desa tengah hutan nan pelosok, dari desa lain yang bertempat di pinggir hutan membutuhkan sekitar 7 KM untuk masuk kedalam hutan agar sampai ketempat ini.
Hal ini dibutuhkan karna mengingat kurang perhatian orang tua mereka dalam pendidikan anak karna ditinggal jauh kehutan serta melewati gunung bekerja untuk mebiayai keluarganya. Disamping itu sekolah dasar yang jauh 1 KM naik turun lereng-lereng yang menghubungkan jalan dusun tsb kedusun tetangga parahnya lagi mereka harus keluar dari hutan sejauh 9 KM untuk sekolah SMP yang bertempat di dusun manting. Jadi “ Ayo semangat adik-adikku belajarlah organisasi dari jalan bersolawat ini dan bergurulah dari ustad-ustad dari PP Al-Hamid Bangon, aku yakin kalian pasti akan hebat melebihi yang mendahului kalian dan belajarlah Wahai dusun kesiman”