Sholatulloh shalamullah ala toha rosulillah . . . ungkapan ustad
parka yang mengajari murid-muridnya kesenian sholawat banjari dengan penuh
semangat yang membara, merki gayanya yang agak cool dimata para gadis
yang melirik dirinya, tak kalah serunya suara merdu itu menggiang dikegelapan
sore menjelang maghrib dengan di ikuti hujan yang mulai agar reda, bersama
adik-adik kesiman dan kami berlima ikut membantunya.
 |
| Ust.praka sedang mengajar sholawat |
Sebuah kesan yang sangat terhormat
bagi kami belajar bersama-sama dengan warga kampung kesiman ini. bermula dari “
tugas kami untuk mengembangkan masyarakat berputar arah menjadi kami yang
belajar kepada masyarakat ”. hahaha, sungguh diluar bayangan kami, melihat
Risa, rita, dela, dll (@adik2 kesiman) mulai menampakan wajah serius untuk
mendendangkan lagu yang di ajarkan “ Ah . . . yo opo seh, koq keliru maneh .
. . ” ucapan kesal sie erni kepada teman-teman
dengan suara ribut sebagai background kondisi saat itu, hahah gini loh @(mas
parka). Selalu mencoba dan berusaha tanpa ada kata menyerah untuk tidak bisa
terhadap lagu yang ditawarkan sang guru kepada para murid.
 |
| Senyum dengan pose rebana |
Disamping itu jarak 4 kaki sebelah
mereka bergumbul duk tak tak, du duk duk ta, tak duk tak tak, suara rebut
rebana yang menyeimbangkan perpaduan bunyi antara teknik Lanangan dengan
Wedoan agar tercipta ketukan irama yang rapi nan indah jika memasuki
telinga, terlihat si rudi dan junaidi lagi gemas dengan alat rebana tersebut
yang selalu ia pukuli. Hahaha, memang kegiatan ini yang diperlukan bagi mereka
adak-anak desa tengah hutan nan pelosok, dari desa lain yang bertempat di
pinggir hutan membutuhkan sekitar 7 KM untuk masuk kedalam hutan agar sampai
ketempat ini.
Hal ini dibutuhkan karna mengingat
kurang perhatian orang tua mereka dalam pendidikan anak karna ditinggal jauh
kehutan serta melewati gunung bekerja untuk mebiayai keluarganya. Disamping itu
sekolah dasar yang jauh 1 KM naik turun lereng-lereng yang menghubungkan jalan
dusun tsb kedusun tetangga parahnya lagi mereka harus keluar dari hutan sejauh
9 KM untuk sekolah SMP yang bertempat di dusun manting. Jadi “ Ayo semangat
adik-adikku belajarlah organisasi dari jalan bersolawat ini dan bergurulah dari
ustad-ustad dari PP Al-Hamid Bangon, aku yakin kalian pasti akan hebat melebihi
yang mendahului kalian dan belajarlah Wahai dusun kesiman”